By - admin

Label Pangan Olahan (Food Labeling) dan Izin Edar Pangan Olahan di Indonesia

Pangan Olahan menurut definisi Peraturan  BPOM no 31 tahun 2018 merupakan makanan atau minuman hasil proses  dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan pangan. Pangan olahan ini dapat di hasilkan oleh individu atau pun industri baik kecil, menengah maupun industri besar.  BPOM mewajibkan dilakukan pelabelan untuk produk pangan olahan baik untuk di jual retail ataupun industri pengolahan lain serta wajib memiliki ijin edar kecuali pangan olahan masa simpan 24 jam atau  di olah lagi oleh industri lain.

Pelabelan Makanan sebagai alat yang efektif untuk melindungi kesehatan konsumen dalam hal keamanan pangan dan nutrisi pangan. Label makanan menyampaikan informasi tentang identitas dan konten produk, cara penanganan produk pangan, cara menyiapkan produk pangan, dan cara mengkonsumsi dengan aman.

Dengan meningkatnya perdagangan global dan pergeseran dari hubungan produsen dan pembeli produk pangan terdapat kebutuhan yang lebih besar untuk membuat label makanan yang jelas dan dapat dipercaya.   Bagi industri pengolahan makanan yang berada di Indonesia, dengan produk di pasarkan di Indonesia maka otomatis wajib mengikuti peraturan yang di terbitkan BPOM tersebut baik dari aspek pelabelan maupun kewajiban memiliki ijin edar. Sedangkan bila produk di pasarkan dan jual di luar wilayah Indonesia maka selain memenuhi peraturan BPOM juga harus memenuhi peraturan pelabelan Negara tujuan  dimana produk pangan olahan tersebut akan di pasarkan dan di jual.

Label Pangan Olahan merupakan  informasi yang disajikan pada kemasan  produk pangan, adalah salah satu cara yang paling penting dan langsung untuk menyampaikan informasi kepada konsumen. Definisi label makanan yang diterima secara internasional adalah setiap label, brand, merk, gambar atau materi deskriptif lainnya, ditulis, dicetak, stensil, ditandai, diembos atau dilampirkan pada  wadah makanan atau produk pangan. Secara umum, label pangan saat ini juga fokus terhadap:

  1. Label Allergen (Kandungan Bahan – Bahan Allergen)
  2. Label Nutrisi (Kandunga kalori, energy, Reference Intake)
  3. Data Label (tanggal kadaluarsa, komposisi dan lain sebagainya)
  4. Informasi Penyimpanan  dan lain lain

Di Indonesia, persoalan mendasar yang masih seriang terjadi terkait label pangan adalah kesenjangan informasi terhadap suatu produk pangan, hal ini terjadi salah satunya dikarenakan peraturan tentang label yang membingungkan dan tidak dalam satu wadah peraturan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan Peraturan Kepala (Perka) BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari Peraturan BPOM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan. Peraturan tentang Label Pangan Olahan yang baru ini di harapkan dapat diimplementasikan oleh pelaku industri pangan olahan sehingga membuat konsumen mendapatkan informasi tepat dan dapat mengkonsumsi produk pangan sesuai peruntukannya.

Melalui Peraturan BPOM ini juga dapat untuk mengakomodir kreatifitas design label kemasan dari para pelaku Industri Pangan, sehingga terjadi kesesuaian antara perkembangan design label pangan dan peraturan pelabelan pangan olahan.

Disamping persolalan pelabelan pangan olahan yang harus di pahami oleh pelaku industri pangan olahan juga harus mengerti dan memahami tentang tata cara untuk mendapatkan ijin edar dari produk pangan olahan, karena 2 hal ini saling berkaitan. Untuk melakukan pelabelan pangan olahan maupun  mendapatkan ijin edar, maka pelaku industri pengolahan makanan harus melakukan berbagai hal diantaranya:

  • Men design pabrik pangan olahan yang hygenis sesuai standar GMP ( Good Manufacturing Practices)/ CPPOB ( Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik)  dan membuat prosedur kerja untuk menjaga mutu dan keamanan produk yang berbasis system HACCP
  • Menyiapkan semua perijinan pendirian usaha ke semua instansi terkait
  • Menyiapkan produk dan merk produk olahan
  • Melakukan pengujian pengujian ke laboratorium baik aspek mutu, gizi, keamanan  serta penentuan masa kadaluarsa pangan olahan
  • Mendaftarkan sarana pengolahan pangan ke Balai POM serta dilakukan audit sarana  bangunan
  • Menyiapkan design kemasan draft primer yang mengacu pada    
  • Melakukan proses registrasi ijin edar ke Badan POM

Untuk membahas masalah ini GS Consult menyelenggarakan seminar “ News Up date Food Labeling in Indonesia”   yang di selengarakan tangal 25 juni 2019 bekerja sama dengan BPOM dan nara sumber  lain terkait Food Labelling yang di tinjau dari berbagai aspek. Seminar ini terbuka untuk umum pelaku industri pengolahan pangan baik kecil maupun besar, serta siapapun yang tertarik dengan pelabelan pangan olahan.

1 thought on “Label Pangan Olahan (Food Labeling) dan Izin Edar Pangan Olahan di Indonesia

A WordPress Commenter March 27, 2019 at 10:31 am

Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.
*
*